Aktivitas Meningkat, Status Gunung Raung Meningkat Jadi Waspada 

Bencana, Nasional82 Dilihat

Maduraterkini.com, Banyuwangi Status Gunung Api Raung yang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso, Jawa Timur, resmi naik dari level I normal menjadi level II waspada.

Burhan Alethea, A.Md. – Kepala Pos Gunung Api Raung mengatakan perubahan level tersebut dimulai 19 Desember 2023 sekitar pukul 08.00 WIB karena adanya peningkatan gempa hembusan, bahkan hingga 22 Desember 2023 masih berada di level II (Waspada).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

“Untuk situasi dari pos pengamatan masih terlihat asap namun sudah tipis, dan statusnya masih di level waspada hingga Jumat (22/12/2023) sore,” ujarnya.

Baca Juga :  20 Tahun Pengabdian Akpol 2003 Batalyon Tantya Sudhirajati, Polres Sumenep Salurkan Air Bersih Untuk Warga

Ia juga meminta kepada masyarakat maupun pendaki tidak diperbolehkan mendekat ke kawasan erupsi Gunung Raung dengan radius 3 KM.

“Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyampaikan bahwa di kawah puncak  itu harus steril, tapi sampai saat ini masih ada pendaki yang sampai ke puncak dan itu yang menjadi kekhawatiran kami, sebab membahayakan jika dipaksa mendaki ke dekat puncak,” tegasnya.

Dirinya juga menyebutkan, dari pengamatan visual pada tanggal 1 -17 Desember 2023 menunjukan tinggi kolom hembusan gas pada periode ini berfluktuasi dan menunjukkan nilai maksimal yang mengalami peningkatan dari periode sebelumnya yaitu maksimal 500 m dari atas puncak. Pada tanggal 18 Desember 2023 terjadi peningkatan hembusan asap kawah dan mencapai ketinggian 1000 meter di atas puncak.

Baca Juga :  Sambut Hari Jadi Polantas Ke-67, Satlantas Polres Sumenep Lakukan Bakti Sosial ke Korban Laka

Peningkatan hembusan kawah ini diperkirakan terpicu oleh adanya Gempa Tektonik Lokal pada tanggal 18 Desember 2023 pukul 19.02 WIB dengan Magnitudo 2.6.

“Aktivitas kegempaan menunjukkan terjadi peningkatan Gempa Hembusan yang signifikan pada tanggal 18 Desember 2023 yang mencapai 57 kali kejadian,” tambahnya.

Gempa Hembusan merupakan gempa permukaan akibat pelepasan gas yang berasal dari lubang tembusan gas pada kubah lava yang terletak di lantai kawah.

Baca Juga :  Pastikan Produk Pangan Aman diKonsumsi, Kapolres Sumenep Bersama Diskop UMKM Sidak Swalayan

Selama Desember 2023 tidak terekam adanya Gempa Vulkanik Dalam, menunjukkan saat ini aktivitas fluida (gas, cairan, padatan batuan) berada pada kedalaman relatif dangkal dengan sistem terbuka, didukung dengan terekamnya getaran Tremor Menerus selama periode ini.

Dia meminta kepada masyarakat agar mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, serta tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak benar dan tidak bertanggung jawab mengenai aktivitas G. Raung, dan mengikuti arahan dari Instansi yang berwenang.

“Badan Geologi yang akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB, BMKG, K/L, Pemda, dan instansi terkait lainnya,” tutupnya.

Baca Juga :  Ditpolairud Polda Jatim Tangkap Residivis Detonator Bahan Bom Ikan Di Situbondo

Informasi mengenai aktivitas gunung api, gempa bumi, dan gerakan tanah di Indonesia terkini dapat diperoleh melalui aplikasi/Website Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau magma.esdm.go.id), dan media sosial PVMBG (Facebook, Twitter, dan Instagram pvmbg ). (Red)