DP3AKB Pamekasan Akui  Sudah Terima 3 Laporan Bullying di Tahun 2023

Maduraterkini.net, Pamekasan – Kasus perundungan atau bullying yang semakin banyak di Indonesia menjadi masalah serius yang harus segera diatasi terutama di area sekolah.

Kasus bullying paling banyak terjadi di area lingkungan sekolah, tidak jarang dampak dari bullying mengakibatkan kematian.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dr. Umi Supraptiningsih, S.H., M. Hum., Koordinator Divisi Hukum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Pamekasan mengatakan di Pamekasan sudah ada 3 laporan kasus perundungan atau bullying yang diterima di tahun 2023.

Baca Juga :  Polda Jatim Klarifikasi Video Viral Anggota PJR Bersitegang dengan Pengendara Pajero

“Di dunia anak itu kadang mereka ingin menunjukkan kalau dirinya hebat dan berkuasa, bahkan saat kita dalami mereka sebenarnya ingin bergurau saja. Tahun ini sudah 3 kasus yang kami terima tapi alhamdulillah bisa diselesaikan dengan damai,” Sabtu (10/10/2023).

Ia menambahkan, dirinya sudah melakukan sosialisasi ke beberapa sekolah-sekolah yang ada di Pamekasan untuk mencegah munculnya kasus perundungan atau bullying.

Baca Juga :  Tidak Berizin, Satpol PP Pamekasan Tutup  Empat Tempat Karaoke

“Kita sudah datang ke sekolah-sekolah jika kasus bullying ada konsekuensi hukum yang berlaku, kami tidak menakut nakuti hanya saja tujuan kami mencegah terjadinya hal itu,” ujarnya.

Ia berharap kepada seluruh warga maupun orang tua untuk membangun rasa empati, rasa kasih sayang harus diterapkan sejak dini utamanya dalam keluarga sendiri.

Baca Juga :  Lebarkan Sayap, PAC ISNU Kecamatan Palengaan akan Dibentuk

“Marilah kita sebagai orang tua dengan bijak memberikan contoh terbaik untuk anak, jangan sampai bertengkar dihadapan anak bahkan jangan sampai membully anak-anak kita,” tutupnya. (*)