Kapolsek Tanjungbumi Polres Bangkalan Berikan Klarifikasi Terkait Video Viral

Maduraterkini.com, Bangkalan – Sebuah video viral di media sosial dengan memperlihatkan aksi kejar-kejaran dua pria terjadi di arena sabung ayam di Bangkalan.

Dari rekaman video yang beredar tampak seorang pria tampak terjatuh saat terjadi kejar-kejaran dengan lawannya yang membawa senjata tajam. Beruntung, pria tersebut berhasil bangkit dan kabur dari serangan senjata tajam lawannya.

Baca Juga :  Minggu Kasih Bersama Wakapolres Sumenep di Gereja Katolik Maria Gunung Karmel

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dalam keterangan video, disebutkan lokasi kejadian kedua pria itu di arena sabung ayam Desa Tagungguh Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan.

Kapolsek Tanjung Bumi AKP Ferry Riswantoro, S.H., M.H. saat ditemui di Mapolres Bangkalan pada Kamis siang kemarin (21/12/2023) membenarkan kejadian itu. Aksi tersebut terjadi Rabu (20/12) sekitar pukul 17.30 WIB menjelang maghrib.

“Kami mendapat laporan itu sore dan langsung ke lokasi, Namun sesampainya di lokasi atau TKP penganiayaan di arena sabung ayam tersebut, lokasi atau TKP dimaksud kosong tidak ada orang,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemerintah Resmi Naikan Harga BBM Per 3 September 2022

Selanjutnya anggota mengumpulkan barang – barang dan Tenda yg diduga digunakan untuk judi sabung ayam tersebut kemudian dilakukan pemusnahan dengan cara pembakaran supaya tidak bisa digunakan lagi. Hingga kini pihaknya masih melakukan pendalaman aksi kejar-kejaran itu. Ia juga menyebut korban tak melaporkan ke pihaknya.

“Sampai saat ini kami belum menerima adanya korban dari aksi tersebut,” jelasnya.

Tak hanya itu, AKP Ferry menambahkan jika pihaknya juga akan melakukan penyelidikan terkait adanya arena sabung ayam. Ia juga mengaku akan memperketat patroli agar tidak ada lagi praktik judi sabung ayam di wilayahnya. Tak terkecuali penggunaan senjata tajam bagi masyarakat setempat.

Baca Juga :  Ramp Door Km Samporna Maju Lepas, 7 Motor Dan 11 Orang Tercebur Ke Laut Di Sumenep

“Untuk yang membawa sajam, sampai saat ini masih kami dalami,” tutupnya. (RED)